Koalisi partai sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak lagi menjadi mayoritas di parlemen (Knesset), setelah pemilihan umum 27 Oktober lalu.
Blok partai pendukung Netanyahu gagal meraih mayoritas kursi, yang diisi 120 anggota itu.
Berdasarkan hasil akhir pemilu yang diumumkan pada Jumat (30/10), koalisi partai sayap kanan dan kanan jauh pimpinan Netanyahu memperoleh 53 dari total 120 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski unggul dibandingkan kubu oposisi, perolehan tersebut belum memenuhi ambang batas 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin tokoh sentris Gadi Eisenkot berhasil mengamankan 48 kursi.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Hasil Netanyahu di Pemilu Israel sampai PBB Minta RI Mundur dari BoP |
Sedangkan partai-partai Arab yang suaranya melesat dalam pemilu kali ini memperoleh 20 kursi.
Siapa saja sayap kanan?
Israel menyebut dirinya negara demokrasi parlementer, di mana warga negara memberikan suara untuk partai-partai politik untuk duduk di parlemen (Kneset) berdasarkan proporsi suara yang mereka terima.
Sepanjang sebagian besar sejarah Israel, pemilihan umum didominasi oleh dua partai politik utama, Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah dan Partai Likud yang berhaluan kanan tengah.
Partai Buruh, yang dibentuk pada 1968 melalui penggabungan tiga partai lain, merupakan partai yang lebih dominan di antara keduanya selama tiga dekade pertama negara itu. Partai itu menyerahkan kekuasaan untuk pertama kalinya pada 1977 kepada Likud, yang merupakan hasil penggabungan beberapa partai sayap kanan pada 1973.
Selama dua dekade berikutnya, partai-partai tersebut saling bergantian kekuasaan sambil tetap mempertahankan dominasi secara keseluruhan, menguasai antara setengah hingga dua pertiga kursi di Knesset. Namun hal itu mulai berubah pada akhir tahun 1990-an ketika sejumlah partai kecil mulai memenangkan pangsa suara nasional yang semakin besar.
Menurut laman My Jewish Learning, partai-partai sayap kanan utama di Israel saat ini berhaluan ultranasionalis dan zionis religius.
Salah satu ciri kuat mereka menentang pembentukan negara Palestina dan sangat mendukung perluasan permukiman di Tepi Barat.
Partai-partai sayap kanan ini memiliki pengaruh politis yang sangat kuat karena kerap menjadi penentu dalam pembentukan koalisi pemerintahan, termasuk saat ini.
Lalu siapa saja partai kanan yang punya politik garis keras utama di Israel?
Partai Likud
Saat ini dipimpin Benyamin Netanyahu.Didirikan pada tahun 1973, Likud saat ini merupakan partai politik terbesar di Israel dan pembawa panji politik sayap kanan Israel.
Kemenangan partai tersebut dalam pemilihan umum tahun 1977, dan pengangkatan ketua partai Menachem Begin menjadi perdana menteri, dianggap sebagai titik balik dalam sejarah politik Israel karena menggulingkan Partai Buruh setelah tiga dekade berkuasa.
Secara historis, partai ini skeptis terhadap kemungkinan perdamaian dengan Palestina dan mendukung proyek pemukiman Israel.
Meskipun Begin adalah perdana menteri Israel pertama yang menyimpulkan perjanjian perdamaian dengan negara Arab ketika ia menandatangani perjanjian perdamaian dengan Mesir pada tahun 1979. Partai ini secara historis liberal dalam hal ekonomi, mendukung privatisasi perusahaan milik negara, pajak rendah, dan perdagangan bebas.
Yesh Atid
Yesh Atid, yang dalam bahasa Ibrani berarti "ada masa depan," didirikan pada tahun 2012 oleh Yair Lapid, seorang mantan jurnalis televisi yang berupaya memposisikan partai tersebut sebagai suara kaum sentris dan sekuler Israel, dengan menekankan tantangan domestik seperti pendidikan dan perumahan.
Penekanan awal partai pada perekrutan warga Israel Ortodoks Haredi ke dalam militer - secara historis mereka dibebaskan dari wajib militer - telah berkembang menjadi dukungan yang lebih luas untuk mendefinisikan kembali hubungan antara agama dan negara ke arah pluralisme agama yang lebih besar.




