Trump Mau Bom Situs Nuklir Iran Lagi, Sesumbar Bisa Beres 10 Menit

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 12:20 WIB
Trump Masih Berbagi Intelijen dengan Ukraina, Ingin Perang Berakhir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menargetkan satu atau dua target Iran termasuk situs nuklir yang dikenal Gunung Pickaxe. (REUTERS/U.S. NETWORK POOL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menargetkan satu atau dua target Iran termasuk situs nuklir yang dikenal Gunung Pickaxe.

Trump menegaskan AS tak buru-buru mengambil tindakan untuk menyerang. Namun, dia mengeklaim pasukan Negeri Paman Sam bisa melakukan operasi itu dengan waktu singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit," ujar Trump di kediamannya di Florida, Sabtu (31/10), seperti diberitakan AFP.

"Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan Anda harus mengurusnya. Kita bisa melakukannya dengan sangat cepat."

Trump dan sekutu dekatnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini Iran berupaya membangun kembali kemampuan militer dan nuklir di situs bawah tanah Gunung Pickaxe. Namun, Teheran membantahnya.

Hingga kini, Trump disebut belum memutuskan apakah bakal tetap melancarkan serangan atau tidak.

"Kita bisa mencapai tujuan militer jika kita mau. Dia belum membuat keputusan. Saya tak punya pengumuman soal itu dan kami tak menganggap ringan hal tersebut." ujar Menlu AS Marco Rubio.

AS dan Israel pernah menggempur situs nuklir Iran di Natanz hingga Isfahan pada Juni tahun lalu. Ketika itu, mereka mengeklaim fasilitas nuklir Iran mengalami rusak signifikan.

Namun, Teheran membantah. Mereka memang menyebut situs nuklir itu terdampak tapi tak separah yang AS dan Israel bayangkan.

Sementara itu, Pemimpon Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mewanti-wanti Amerika Serikat dan Israel tak meluncurkan serangan baru menyusul ancaman setelah pemilu. Jika pada akhirnya operasi dilakukan, Iran sudah siap memberi tanggapan.

"Ancaman dalam tingkatan atau jenis apapun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis," kata Mojtaba ke komandan senior militer di salah satu pertemuan, seperti diberitakan AFP.

Pertemuan itu merupakan kali pertama Motjaba dengan para petinggi militer. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, dan Komandan Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi.

Di kesempatan tersebut, Khamenei juga meminta militer Iran memperbarui daftar target mencakup semua jenis aset berwujud dan tak berwujud miliki AS.

AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada Februari lalu. Imbas serangan ini, Motjaba, keluarganya, serta pejabat top pertahanan tewas.

Iran tak tinggal diam. Mereka membalas serangan ke pangkalan militer AS di negara Arab dan menutup Selat Hormuz.

(isa/end)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA