Tumpahan Minyak Ditemukan di Perairan Selatan Singapura

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 22:30 WIB
A drone view shows an oil slick in the waters off the coast of Manila Bay, in Pamarawan, Malolos, Bulacan province, Philippines, July 29, 2024.REUTERS/Adrian Portugal
Ilustrasi. Tumpahan minyak di perairan Singapura. (REUTERS/Adrian Portugal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Singapura menyelidiki sumber tumpahan minyak yang ditemukan di sejumlah perairan bagian selatan negara tersebut, tepatnya di sekitar Pulau Sebarok, Pulau Semakau, dan Selat Pauh.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (Maritime and Port Authority of Singapore/MPA) menyatakan telah menerima laporan mengenai keberadaan minyak di perairan sekitar Pulau Sebarok pada Minggu (1/11) sekitar pukul 10.25 waktu setempat.

Setelah menerima laporan tersebut, MPA melakukan pemantauan udara dan mengonfirmasi adanya sejumlah titik tumpahan minyak di kawasan itu. Dalam pernyataannya, MPA mengatakan tidak menemukan tumpahan minyak di sekitar West Coast, Sentosa, Kepulauan Selatan, maupun East Coast.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MPA telah mengaktifkan kontraktor penanganan tumpahan minyak. Terminal-terminal di sekitar lokasi juga diperintahkan mengerahkan sumber daya penanggulangan tumpahan minyak yang mereka miliki.

Sejumlah lembaga terkait turut mendapat pemberitahuan untuk mengambil langkah pencegahan guna melindungi kawasan pesisir jika diperlukan. Sementara itu, kapal-kapal yang berada di pelabuhan diminta melaporkan apabila melihat keberadaan tumpahan minyak.

Meski demikian, MPA memastikan insiden tersebut sejauh ini tidak mengganggu lalu lintas pelayaran maupun operasional pelabuhan, mengutip CNA. 

Otoritas juga terus melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan berbagai lembaga serta terminal untuk membatasi penyebaran dan membersihkan tumpahan minyak. Penyelidikan untuk mengetahui sumber minyak tersebut masih berlangsung.

Pulau Semakau, yang menjadi lokasi satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah di Singapura, berada sekitar 8 kilometer di selatan daratan utama negara tersebut. Sementara itu, Selat Pauh merupakan perairan yang terletak di dekat Pulau Semakau.

Insiden ini mengingatkan pada tumpahan minyak besar yang pernah terjadi di Singapura pada Juni 2024. Kala itu, sekitar 400 ton bahan bakar minyak rendah sulfur tumpah setelah sebuah kapal pengeruk menabrak kapal pemasok bahan bakar yang sedang tidak bergerak di Terminal Pasir Panjang.

Minyak tersebut kemudian terbawa hingga ke sejumlah garis pantai, termasuk Sentosa, East Coast Park, Labrador Nature Reserve, dan Kepulauan Selatan. Peristiwa tersebut memicu upaya pembersihan di sejumlah kawasan pesisir Singapura untuk menangani dampak pencemaran minyak terhadap lingkungan.

(tis/tis)
LIHAT SELENGKAPNYA