Cerita Alvin Tedjo Tergerak Jadi Walkot Kanada Imbas Rumah Kemalingan

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 06:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Mississauga Kanada yang merupakan keturunan Indonesia, Alvin Tedjo, mengatakan biaya hidup mahal dan keamanan menjadi dua isu prioritasnya sebagai pemimpin kota tersebut.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia pada Minggu (1/11), Alvin mengatakan banyak keluhan dari masyarakat bahwa biaya hidup di Mississauga semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengatakan keamanan kota menjadi perhatiannya lantaran dia dan keluarga pernah mengalami insiden keamanan selama tinggal di Mississauga.

"Banyak orang bilang biaya hidup di kota ini sudah tidak affordable, kemahalan, saya lantas berbicara soal program (saya) untuk menurunkan pajak, turunkan pajak properti, dan juga safety (keamanan)," kata Alvin dalam Bahasa Inggris campur Indonesia.

"Mama dan papa saya rumahnya pernah mengalami kemalingan. Ada orang yang datang, dan orang-orang kan tidak suka keadaan seperti ini. Semua orang ingin merasa aman di rumah mereka. Ada juga banyak mobil yang dicuri," ceritanya lagi.

Alvin mengatakan dua isu itu "menjadi yang paling utama untuk diubah."

Dalam kesempatan itu, Alvin juga mengungkapkan rasanya memenangkan pemilihan daerah sebagai seorang imigran.

Pria keturunan Minang yang telah memiliki tiga anak itu masih tidak percaya bisa mengalahkan dua politikus senior termasuk petahana dalam pemilihan Wali Kota Mississauga.

"Kami berhasil mengalahkan dua politisi senior yang sudah sangat dikenal dan memiliki pengalaman panjang di kota ini. Tidak ada yang menyangka kami bisa melakukannya," kata Alvin.

"Banyak orang menggambarkan perjuangan kami seperti kisah David melawan Goliath, hanya saja kali ini kami harus menghadapi dua Goliath sekaligus. Karena itu, saya sangat bahagia dan bangga atas pencapaian ini," paparnya.

Selain jadi diaspora Indonesia pertama, Alvin juga menjadi orang Asia pertama yang terpilih jadi Wali Kota Mississauga.

Alvin mengaku tidak pernah menyangka bisa berkarir politik di Kanada sebagai seorang imigran. Ia menuturkan perjalanannya cukup panjang dan berat untuk bisa menjadi wali kota apalagi dengan melawan dua politikus senior yang memang sudah dikenal betul oleh warga Mississauga.

Ia bercerita harus bertemu dengan banyak orang dan berbicara kepada mereka agar masyarakat mengenal dirinya dan program-programnya.

Namun, Alvin mengatakan tingkat keberagaman populasi di Mississauga salah satu yang paling tinggi di Kanada menjadi keuntungan baginya selama masa kampanye.

"Mississauga menjadi kota dengan populasi Muslim terbesar di Kanada, dan dengan mengatakan saya dari Indonesia itu sangat membantu karena masyarakat memahami bahwa saya bisa berhubungan dengan pengalaman dan latar belakang mereka," ucap Alvin.

(rds)
LIHAT SELENGKAPNYA