Dugaan Penyebab Learjet 60 di AS Jatuh & Meledak Seperti Rudal

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 11:30 WIB
Sejumlah dugaan penyebab jatuhnya pesawat Learjet 60 hingga meledak seperti rudal di Greenacres, Florida, AS, pada Minggu (1/11), mulai mengemuka.
Sejumlah dugaan penyebab jatuhnya pesawat Learjet 60 hingga meledak seperti rudal di Greenacres, Florida, AS, pada Minggu (1/11), mulai mengemuka. (Aki Kuusisto via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah dugaan penyebab jatuhnya pesawat Learjet 60 hingga meledak seperti rudal di Greenacres, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11), mulai mengemuka.

Pesawat tersebut diduga mengalami penurunan ketinggian secara ekstrem sebelum menghantam tanah dengan kecepatan tinggi hingga hancur berkeping-keping.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur Florida, Ron DeSantis, menggambarkan kecelakaan tersebut sebagai insiden yang sangat mengerikan. Ia mengibaratkan pesawat itu seperti rudal yang jatuh dari langit.

"Itu adalah kecelakaan pesawat yang sangat dahsyat. Pesawat itu tampak seperti rudal yang jatuh," ujarnya.

Seorang kapten berlisensi untuk menerbangkan Learjet sekaligus pendiri dan presiden perusahaan konsultan penerbangan Par-Avion Group Aviation Consulting, DeWitt Ingram, meninjau informasi pelacakan penerbangan dan video detik-detik terakhir pesawat.

[Gambas:Video CNN]

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi dunia penerbangan," kata Ingram, seperti dilaporkan CBS.

Pesawat Learjet 60 jatuh di dekat Military Trail dan 10th Avenue North. Berdasarkan data FlightRadar24, pesawat itu terbang dari Austin, Texas, menuju North Eleuthera, Bahama.

Pesawat melintasi Teluk sebelum memasuki wilayah Florida melalui dekat Naples. Setelah itu, pesawat bergerak ke timur laut melintasi negara bagian tersebut sebelum berbelok ke selatan melewati Palm Beach County.

Ingram mengatakan penurunan ketinggian pesawat yang cepat itu menimbulkan pertanyaan.

Berdasarkan data penerbangan yang ditinjaunya, pesawat berada di ketinggian sekitar 12.496 meter sebelum turun menjadi 10.668 meter.

Namun, pesawat kemudian mengalami penurunan yang jauh lebih cepat. Dari ketinggian sekitar 10.668 meter, pesawat mencapai permukaan tanah dalam waktu sekitar satu menit.

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sebuah jet yang meluncur dari ketinggian dengan sangat cepat," ujar Ingram

LIHAT SELENGKAPNYA