Kesaksian Keluarga dan Kerabat Kopilot Learjet 60

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 05:30 WIB
Kopilot pesawat Learjet dalam kecelakaan fatal di Florida diidentifikasi sebagai Nathalia Filgueiras
Nathalia Filgueiras, kopilot pesawat Learjet 60 yang jatuh di Florida. Foto: Tangkapan layar threads @itsnatfilg
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga dan kerabat mengenang sosok kopilot pesawat Learjet 60 Nathalia Filgueiras yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11).

Filgueiras yang berusia 20 tahun, dikenal sebagai sosok ceria dan berdedikasi yang telah bercita-cita menjadi pilot sejak kecil.

Teman dan kerabat mulai berdatangan ke rumah keluarga Filgueiras pada Senin (2/11) untuk menyampaikan belasungkawa. Di tengah suasana duka, keluarga masih menunggu informasi dari pihak berwenang mengenai jenazah Nathalia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu Nathalia, Camila Corteleti, kakak perempuannya, Giulia Filgueiras, ayah tirinya, Thiago Corteleti, serta adik perempuannya berkumpul di ruang makan. Mereka mengenakan pakaian hitam dan putih dengan mata sembap setelah menangisi kepergian Nathalia.

Salah satu teman dekatnya, Nicole Tarantino, 21 tahun, juga datang untuk menyampaikan belasungkawa. Ia mengaku terkejut ketika bangun tidur dan mengetahui Nathalia meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Tarantino dan Nathalia telah berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar. "Dia adalah orang yang cantik luar dan dalam," kata Tarantino kepada NBC News.

Dengan berlinang air mata, Tarantino mengenang Nathalia sebagai sosok yang sejak lama memiliki keinginan kuat untuk menjadi pilot.

"Ketika tiba saatnya memilih perguruan tinggi, dia mempertimbangkan sekolah penerbangan. Dia sangat berdedikasi. Dia baru berusia 20 tahun saat melakukan semua itu, dan dia unggul di bidangnya," ujarnya.

Nathalia tumbuh dalam keluarga Brasil di Boca Raton, Florida. Kecintaannya terhadap dunia penerbangan terinspirasi dari ayahnya, Allan Filgueiras, yang juga berprofesi sebagai pilot. Allan bahkan mengajari Nathalia menerbangkan pesawat sebelum putrinya memperoleh lisensi pilot pribadi.

Nathalia mendapatkan lisensi pilot pada 2023 ketika berusia 17 tahun dan masih duduk di kelas 12 di West Boca Raton Community High School. Saat itu, WPEC-TV di West Palm Beach melaporkan bahwa Distrik Sekolah Palm Beach County membiayai lisensi pilot pribadi Nathalia melalui akademi penerbangan yang diselenggarakan sekolah tersebut.

"Terbang adalah gairah terbesarnya. Itu adalah mimpinya, untuk menjadi pilot, sejak dia masih sangat muda," kata Giulia.

Sebelum pesawat jatuh, Nathalia sempat menyampaikan peringatan darurat kepada pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC).

Dalam rekaman komunikasi ATC yang terdengar pada Minggu (1/11), Nathalia terdengar berulang kali menyampaikan kondisi darurat ketika pesawat mulai kehilangan kendali.

"Mayday, mayday. Kami turun 10.000 kaki (3.048 meter) per menit," ujar Nathalia. Ia kemudian mengatakan, "Kita akan menabrak tanah, 722 Bravo Delta," diikuti suara teriakan.

Setelah mengetahui putrinya meninggal, Allan mengatakan bahwa Nathalia bertugas sebagai perwira pertama. Posisi tersebut lebih dikenal sebagai kopilot yang duduk di kursi kanan dan membantu kapten menavigasi dan mengoperasikan pesawat.

Seorang anggota keluarga mengatakan kepada NBC News bahwa pilot yang bertugas sebagai kapten dalam penerbangan tersebut adalah Jeff Gregory. Sebelumnya, Gregory pernah bekerja untuk perusahaan penyewaan jet pribadi East Coast Jets.

Direktur perusahaan tersebut, April Honnen, turut menyampaikan belasungkawa melalui Facebook. "Doa kami untuk keluarga Jeff, rekan-rekan kru-nya, para penumpang, dan semua orang yang terkena dampak tragedi yang memilukan ini," tulis Honnen.

Selain Nathalia dan kapten pesawat, tujuh penumpang lainnya juga tewas dalam kecelakaan tersebut.

Keluarga mengidentifikasi para penumpang yang meninggal sebagai Adam Robinson dan Helen Sharp beserta dua anak mereka, Emma, 4 tahun dan Charlie yang berusia 2 tahun. Tiga penumpang lainnya adalah Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.

Sementara itu, Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Learjet 60 tersebut.

Anggota NTSB, Tom Chapman, mengatakan pesawat yang diterbangkan Nathalia berangkat dari Texas sekitar pukul 10.30 waktu setempat pada Minggu (1/11). Pesawat itu dijadwalkan menuju Bahama.

Sekitar pukul 12.47 waktu setempat, awak pesawat melaporkan mengalami turbulensi sedang setelah menghadapi fenomena lapisan "es bening" pada ketinggian 10.668 meter.

Pilot kemudian meminta izin untuk naik ke ketinggian 11.277 meter dan permintaan tersebut disetujui oleh petugas ATC. Namun, 30 detik setelah mendapat izin, pesawat mulai kehilangan ketinggian hingga akhirnya jatuh.

Dalam konferensi pers pada Senin (2/11), penyelidik NTSB bersama pejabat setempat meminta masyarakat yang menyaksikan atau merekam kecelakaan tersebut untuk menyerahkan bukti video guna membantu proses penyelidikan.

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga dan teman-teman Nathalia memilih mengenangnya sebagai perempuan muda yang bertekad mengejar cita-citanya menjadi pilot.

"Dia adalah sosok yang ceria, dan dia melakukan apa yang dia sukai," kata Tarantino.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
LIHAT SELENGKAPNYA