Gawat! Malaysia Imbau Warga Siaga Jadi Sasaran Perang

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 18:30 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan warga Negeri Jiran untuk bersiap kemungkinan perang siber.
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan warga Negeri Jiran untuk bersiap kemungkinan perang siber. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan warga Negeri Jiran untuk bersiap kemungkinan perang usai negara-negara Eropa, Amerika Serikat, hingga Jepang melaporkan dugaan serangan siber.

Dalam pernyataan kepada parlemen pada Selasa (3/11), Anwar mengatakan ancaman ini tidak boleh dianggap remeh hanya karena terjadi jauh dari wilayah Malaysia. Menurutnya, Kuala Lumpur juga berisiko mengalami hal serupa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan berasumsi bahwa ancaman-ancaman ini jauh dari kita. Dewan Keamanan Nasional (MKN) menyarankan kemarin agar saya membuat pernyataan hari ini untuk mengingatkan para anggota parlemen yang terhormat dan masyarakat umum bahwa kita tidak boleh berpikir ancaman ini jauh dari kita, karena apa yang terjadi di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang telah mengejutkan negara-negara tersebut," kata Anwar, seperti dikutip Malay Mail.

Seiring dengan masalah ini, Anwar mengatakan bahwa malam ini pemerintah akan menggelar rapat dengan semua departemen. Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar dijadwalkan memimpin pertemuan.

Sementara itu, Bank Negara Malaysia disebut akan mengadakan sesi khusus dengan semua lembaga keuangan di Negeri Jiran.

[Gambas:Video CNN]

Dalam tanggapannya kepada anggota parlemen Ronald Kiandee, Anwar menyampaikan pesatnya perkembangan Malaysia sebagai pusat digital regional menempatkannya dalam resiko tinggi menjadi target sasaran.

Pemerintahan Anwar telah menggenjot Malaysia untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi dengan bertaruh pada perkembangan kecerdasan buatan. Anwar meluncurkan insentif pajak senilai miliaran ringgit untuk menarik investor.

Di antara perusahaan yang menggelontorkan uang ke Malaysia salah satunya yaitu raksasa teknologi dan chip seperti Google dan Nvidia.

Anwar khawatir perkembangan digital Malaysia dapat menyaingi kemampuan yang ditemukan di Eropa sehingga meningkatkan risiko Malaysia turut diserang.

Anwar menyebut Putrajaya bakal mengadakan pembicaraan soal keamanan nasional secara terutup yang dipimpin MKN untuk seluruh anggota parlemen. Pengarahan tersebut rencananya dilakukan beberapa hari ke depan.

"Saya ingin menekankan bahwa atas nama pemerintah, setiap hari, semua lembaga, menteri, dan kementerian diminta terus menjalankan tugas mereka guna memastikan koordinasi yang efektif dan bahwa daerah perkotaan di bawah pengawasan mereka yang sepenuhnya siap," tegas Anwar.

(blq/bac)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA