Kandidat dari Partai Demokrat Aber Kawas berhasil memenangkan kusi Senat mewakili negara bagian New York pada pemilihan umum Amerika Serikat, Selasa (4/11).
Aber Kawas merupakan merupakan politikus perempuan muslim keturunan Arab Palestina. Ini menjadikannya sebagai tokoh keturunan Palestina pertama yang berhasil menjadi Senator AS dan mencatatkan sejarah di Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa Aber Kawas?
Kawas merupakan seorang aktivis penggerak komunitas dan anggota organisasi Democratic Socialists of America (DSA). Ia memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat pada Juni, sebelum akhirnya memenangkan pemilihan umum.
Menurut Middle East Eye, sebelum mencalonkan diri untuk jabatan publik, ia telah menghabiskan lebih dari 15 tahun bekerja di bidang hak-hak buruh, komunitas imigran, dan perjuangan Palestina.
Tumbuh Besar di Brooklyn
Lahir dan dibesarkan di Brooklyn, Kawas merupakan putri dari imigran Palestina yang tiba di Amerika Serikat pada tahun 1990-an.
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa serangan 11 September (9/11) mengubah rasa aman yang ia rasakan saat masih kanak-kanak. Sebab, keluarga-keluarga Muslim di lingkungannya hidup dalam ketakutan akan pengawasan serta deportasi.
Ayahnya dideportasi ke Yordania saat ia masih duduk di bangku SMA. Ia menceritakan bagaimana kondisi keuangan keluarganya berubah setelah peristiwa tersebut.
Karier Politik
Pada 2023, Kawas bergabung dengan sekelompok aktivis yang berupaya memanfaatkan pemerintahan daerah sebagai sarana untuk menentang pendanaan bagi pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Kelompok tersebut mendukung sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang diusulkan oleh senator negara bagian Jabari Brisport, yang bertujuan menghentikan lembaga amal di New York agar tidak mendanai kelompok-kelompok yang terkait dengan permukiman ilegal.
Zohran Mamdani, yang saat itu menjabat sebagai anggota majelis negara bagian, turut membantu menyusun RUU tersebut. Namun, RUU itu gagal disahkan setelah mendapat penentangan dari para legislator.
Mereka mengusung slogan "Danai martabat, lawan kehancuran." Untuk isu domestik, ia mengampanyekan layanan kesehatan universal, transportasi umum yang cepat dan andal, serta perumahan yang terjangkau.
Ia juga mendorong aksi iklim dan menentang pendanaan untuk perang. Ia telah berjanji untuk memperjuangkan "New York For All Act", sebuah undang-undang yang akan melarang lembaga negara bagian dan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan badan penegak hukum imigrasi federal.
Pernah ditangkap
Kawas telah terlibat dalam aksi langsung maupun kegiatan politik. Tahun ini, ia sempat ditangkap dalam sebuah aksi protes menentang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB.
Ia kemudian dibebaskan. Baru-baru ini, Kawas melayangkan kritik terhadap kesepakatan senilai US$750.000 antara Departemen Kepolisian New York (NYPD) dan perusahaan pengawasan Cognyte. Pihak kepolisian membatalkan kesepakatan tersebut pekan lalu setelah mendapat keberatan dari berbagai kelompok hak sipil.
Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib memberikan dukungan kepadanya untuk maju pemilihan Senat AS. Kemenangannya terjadi di tengah menguatnya posisi kandidat yang didukung oleh DSA (Democratic Socialists of America) dalam kancah politik New York, menyusul kemenangan Mamdani dalam pemilihan wali kota tahun lalu.
(bac)

