Kepala kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei mengolok-olok Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai hasil pemilihan paruh waktu AS dimenangkan oleh Partai Demokrat alih-alih Partai Republik.
Dalam pernyataan pada Rabu (4/11), Mohseni Ejei mengatakan kekalahan tersebut menunjukkan kekalahan politik bagi Trump dan akan ditambah oleh Iran apabila AS kembali macam-macam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trump kalah dalam perang dan politik, dan kami akan memberikan kekalahan lebih lanjut padanya," kata Mohseni Ejei, seperti dikutip Ynet News.
Hasil penghitungan suara sementara pemilu sela AS pada 3 November menunjukkan kekalahan telak Partai Republik, baik di DPR maupun Senat.
Hitung cepat yang dilakukan New York Times sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi. Sementara itu, dalam perebutan kursi di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh dari Republik yang hanya 147 kursi.
Trump pada Rabu mengakui secara langka bahwa kekalahan Republik di Kongres sebagian karena keputusannya memerangi Iran, yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar dunia.
Selain Mohseni Ejei, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menanggapi hasil pemilu paruh waktu AS dalam unggahan di media sosial.
"Amerika menyatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini," tulisnya.
Hassan Ghashghavi, juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, juga menyebut hasil pemilu sela AS membuktikan bahwa pengaruh Trump kini sudah tidak lagi memiliki peran.
"Sekali lagi terbukti bahwa payung dukungan yang diberikan Trump penuh dengan lubang. Siapa pun yang mengandalkan payung Trump akhirnya benar-benar basah kuyup, mulai dari Hongaria dan Brasil hingga kandidat kongres Amerika yang menerima dukungannya," ucapnya.
(blq/rds)
