Petugas keamanan Yordania tewas ditikam di luar Kantor Kedutaan Besar Sri Lanka di Amman, Kamis (5/11) siang waktu setempat.
Direktorat Keamanan Publik Yordania (PSD) menyebutkan identitas petugas yang tewas dalam serangan pada Kamis itu adalah Kopral Jawad Ali Khalaf Al Salaita. Korban merupakan anggota unit keamanan diplomatik yang ditugaskan untuk menjaga kedutaan besar tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara DPSD Kolonel Amer Al Sartawi mengatakan bahwa seorang pria secara tiba-tiba menyerang dan menikam korban dengan benda tajam di Jalan Medina Al Munawwara pada Kamis pukul 12.20 siang waktu setempat.
Tim patroli kemudian melakukan intervensi. Al Salaita sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia akibat luka-luka yang dialaminya.
Pihak berwenang menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan teroris yang pengecut".
Stasiun televisi pemerintah Yordania Al Mamlaka melaporkan bahwa pelaku sempat berupaya merebut senjata milik petugas keamanan yang tewas tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Seorang petugas keamanan lainnya kemudian turun tangan untuk menghentikannya, Pelaku maupun petugas kedua tersebut mengalami luka-luka.
Aparat keamanan memasang garis polisi di area sekitar Jalan Medina Al Munawwara, Amman bagian barat. Tamer Al Samadi dari Al Jazeera melaporkan bahwa serangan itu terjadi di depan mata orang-orang yang sedang melintas.
Sumber keamanan mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa pelaku, yang lahir pada tahun 1994, menikam Al Salaita di bagian leher saat korban berada di dalam pos penjagaan yang mengamankan kedutaan di kawasan Sweifieh. Menurut sumber tersebut, pelaku membawa belati dan pisau.
Seorang letnan dua sempat melawan dan melukai pelaku hingga berhasil melumpuhkannya sebelum ia sempat merebut senjata api, namun sang letnan dua mengalami luka di bagian wajah dalam pergulatan tersebut.
PSD Yordania menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan pelaku telah "merencanakan untuk melakukan tindakan teroris terhadap para petugas Direktorat Keamanan Publik".
Petugas yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Medical City. Pihak PSD menyatakan kondisinya saat ini stabil.
Sementara itu, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Dar Al Salam dalam kondisi kritis.
(bac)

