Partai Arab Joint List resmi merekomendasikan pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, untuk menjadi perdana menteri (PM) Israel berikutnya.
Dukungan tersebut membuat Eisenkot memperoleh rekomendasi dari 67 anggota parlemen dan melampaui mayoritas di parlemen Israel, Knesset.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joint List menyampaikan rekomendasi itu kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, dalam konsultasi di Kediaman Presiden Israel pada Kamis (5/11). Delegasi partai tersebut dipimpin Ketua Joint List, Yousef Jabareen, dan dihadiri Ahmad Tibi, Bakr Awawdeh, Ofer Cassif, serta Maha Sabah Karkabi.
"Kami telah memutuskan untuk mendukung Gadi Eisenkot," demikian pernyataan Joint List, seperti dilaporkan Middle East Monitor.
Partai tersebut mengatakan keputusan itu diambil secara bulat setelah berkonsultasi dengan seluruh partai yang tergabung dalam Joint List. Mereka mengakui keputusan tersebut tidak mudah.
Joint List menyatakan dukungan kepada Eisenkot bertujuan mencegah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya kembali berkuasa.
Meski demikian, Joint List mengakui kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot belum menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi kebijakan Netanyahu, melawan hasutan terhadap warga Arab, serta mempertahankan legitimasi pilihan politik masyarakat Arab.
Selama konsultasi, Tibi mengatakan Joint List bersedia mendukung pemerintahan alternatif dari luar koalisi pemerintahan.
Tibi juga menyampaikan kebanggaannya terhadap warga Arab yang tetap berpartisipasi dalam pemilu meskipun menghadapi hasutan dan rasisme.
Sementara itu, Jabareen mendesak Herzog mengambil peran lebih besar dalam menghadapi hasutan terhadap warga Arab.
Ia menegaskan Joint List tidak percaya pada solusi militer. Menurutnya, prinsip kesetaraan yang tercantum dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cassif menyoroti kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Ia menuduh pemerintah Israel mendukung dan mendanai serangan tersebut.
Awawdeh turut mengangkat persoalan kekerasan dan kejahatan di tengah masyarakat Arab serta krisis perumahan. Sementara Karkabi mengatakan masyarakat Arab ingin mengganti pemerintahan saat ini karena merasa menghadapi "ancaman eksistensial".
Dengan tambahan 11 rekomendasi dari Joint List, Eisenkot kini mengantongi dukungan 67 anggota parlemen. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Netanyahu yang memperoleh rekomendasi dari 46 anggota parlemen.
Sebelumnya, partai Arab Ra'am yang memiliki delapan kursi di Knesset juga menyatakan dukungan kepada Eisenkot.
Dalam konsultasi dengan Herzog, pemimpin Ra'am, Mansour Abbas, menyebut masyarakat Arab memiliki peran sebagai jembatan dalam politik Israel.
"Masyarakat Arab, saya sendiri secara individu, dan warga negara Arab - kita adalah jembatan. Jangan sampai kita menghancurkan jembatan ini," kata Abbas.


