Sejumlah wilayah Amerika Serikat yang merupakan basis kuat Partai Republik berhasil ditaklukkan oleh Partai Demokrat di pemilu sela 2026.
Wilayah-wilayah ini dikenal sangat konservatif, sehingga kemenangan Demokrat amat mengejutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari BBC, Kansas untuk pertama kalinya dalam nyaris satu abad direbut oleh Demokrat dari tangan Republik. Adam Hamilton memenangkan kursi Senator, mengalahkan rivalnya, Roger Marshall, dari Republik.
Texas, yang juga benteng terkuat Republik selama lebih dari 30 tahun, kali ini dikuasai oleh Demokrat. James Talarico berhasil mengalahkan Ken Paxton dalam pemilu Senat dan Gina Hinojasa menduduki kursi gubernur usai melawan petahana dari Republik, Greg Abbott.
Iowa, basis kuat Republik, juga termasuk di antara yang berhasil ditembus Demokrat. Altet paralimpiade Josh Turek merebut kursi Senat yang sebelumnya diduduki Senator Republik, Joni Ernst.
South Carolina, negara bagian yang dimenangkan Presiden AS Donald Trump juga berhasil didominasi Demokrat. Dokter anak Annie Andrews mengalahkan Senator Partai Republik Darline Graham yang ditunjuk mengisi kursi tersebut setelah kakaknya, Senator Lindsey Graham, meninggal dunia.
Di Ohio, politikus Demokrat Brown merebut kursi yang dua tahun lalu dipegang Wakil Presiden JD Vance.
Kursi Senat Maine yang dipertahankan lima periode oleh Republikan Susan Collins juga berhasil diambil alih kandidat Demokrat Troy Jackson.
Negara bagian North Carolina, selaku swing state yang berulang kali diamankan Republik, di pemilu sela ini juga berhasil dikuasai Demokrat. Eks Gubernur Roy Cooper berhasil merebut kursi Senat, serta salah satu kursi DPR sukses diambil alih Demokrat.
Kemenangan Demokrat di pemilu sela periode ini mencetak sejarah baru bagi Amerika Serikat. Ini menandai pergeseran besar dalam peta politik nasional AS di tengah ketidakstabilan dunia.
Sejalan dengan ini, agenda-agenda Presiden Trump akan berpotensi terhambat, serta pemerintahannya berisiko diselidiki.
Upaya pemakzulan ketiga Trump bahkan juga berpotensi terwujud.
Sangat sedikit orang yang membayangkan skenario ini mengingat kemenangan besar Trump dan Republik di pemilu sebelumnya.
Trump telah menanggapi kemenangan Demokrat dengan menyatakan kesediaan untuk bekerja sama. Akan tetapi, ia juga bertekad menggunakan hak vetonya apabila terjadi perselisihan dengan partai berlambang keledai tersebut.
(blq/bac)

