Komisioner KPU DKI Muhammad Sidik mengatakan, jumlah DPS di ibu kota diprediksi berjumlah sekitar 7 juta jiwa. Angka tersebut lebih kecil dibanding jumlah warga yang berpotensi menjadi pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Presiden 2014 dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih pada Pemilu (DP4).
KPU DKI sebelumnya memiliki data 8,2 juta warga yang berpotensi menjadi pemilih pada Pilkada 2017 DKI Jakarta. Data tersebut bersumber dari hasil sinkronisasi DPT Pemilu Presiden 2014 dan DP4 di wilayah Jakarta.
"Tentu di dalam data itu ada yang mirip-mirip (nama warga, satu orang dua nama). Itu ingin kita pastikan siapa sebenarnya orang yang asli ini," katanya.
Coklit untuk menyusun DPS telah selesai dilakukan KPU DKI. Rekapitulasi dan penetapan DPS pun akan dilakukan dalam rapat pleno hari ini (2/11).
Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, usai ditetapkan, DPS akan diumumkan pada 10 hingga 19 November mendatang. Setelah itu, perbaikan DPS akan dilakukan sebelum DPT ditetapkan pada 6 Desember.
"Nanti ada pengumuman DPS ditempel di tiap kelurahan supaya warga melakukan pengecekan. Warga juga bisa cek keberadaan nama mereka di website KPU Pusat," ujar Sumarno.