Anggota Dewan Pengarah Tim Pemenangan pasangan Basuki-Djarot Saiful Hidayat, Fayakhun Andriadi, mengatakan strategi cadangan tersebut disusun berdasarkan survei internal yang telah mereka lakukan usai demonstrasi tanggal 4 November lalu.
"Kami ada rencana cadangan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/11).
Namun saat ini Djarot masih enggan memaparkan strategi kampanye baru yang akan dijalankannya.
"Titik beratnya adalah konsolidasi tim kampanye serta partai pendukung. Kami merumuskan pola kampanye ke depan setelah Pak Ahok ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.
Selain Djarot, peserta rapat itu antara lain, Prasetio Edi Marsudi, Charles Honoris, Ace Hasan Syadzily, dan Fayakhun Andriadi.
Selama masa kampanye, Ahok-Djarot kerap berkampanye dengan metode tatap muka dengan warga di sejumlah kawasan. Melalui blusukan itu, mereka mengklaim dapat secara langsung mendengarkan keluhan warga sekaligus mengevaluasi kinerja Pemprov DKI Jakarta.
Namun, metode tatap muka itu kerap dihadang sejumlah organisasi masyarakat tertentu. Ormas itu menolak kedatangan Ahok atas dasar dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Rabu pagi tadi, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan 27 penyelidik, Polri memutuskan untuk meningkatkan kasus penodaan agama yang disangkakan kepada Ahok ke tahap penyidikan.
Ahok pun dijadikan tersangka. Polri mencegahnya berpergian ke luar negeri, tapi tidak menahannya karena ketiadaan alasan subjektif penyidik.