Tito menyampaikan Pilkada DKI termasuk momen penting di antara 101 pilkada serentak yang akan digelar pada Februari 2017. Hal ini terkait kasus dugaan penistaan agama yang menimpa salah satu kandidat calon gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama.
"Saya mengimbau agar proses ini dikembalikan ke proses hukum, tidak dicampurkan dengan politik, suku, agama, dan ras," ujar Tito saat menyampaikan sambutan.
Ia tak menampik bahwa gelaran pilkada serentak ini akan menimbulkan polarisasi di masyarakat. Sebab masyarakat akan terpisah dengan pilihan calon kandidatnya masing-masing. Hal itu yang dinilai Tito akan menimbulkan kerawanan lantaran muncul kompetisi.
Aparat Berbaur
Tak hanya soal Pilkada, Tito pun mengapresiasi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang berinisiatif menggelar acara doa bersama. Acara ini dinilai penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi gejolak belakangan ini.
Dalam acara doa bersama ini ribuan aparat baik dari TNI maupun polri berbaur memadati kawasan Monas.
Penampilannya pun beragam dengan seragam lengkap dan baret di kepala. Namun ada pula yang menggantinya dengan peci sambil membawa alas salat berupa sajadah. Ribuan anak yatim turut diundang dalam acara ini. (asa)