Aksi ketiga ini, menurut Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, akan dilaksakan karena Kepolisian tidak menahan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
Menurut Munarman, aksi ketiga ini akan diawali dengan kegiatan salat Jumat bersama yang posisi imamnya berada di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Lanjutnya, seluruh peserta aksi akan berkumpul di jalan protokol Sudirman hingga Thamrin, Jakarta.
Munarman menyampaikan, aksi unjuk rasa untuk menyatakan sikap merupakan hak dasar warga negara yang tidak bisa dihalangi. Apabila ada pihak yang menghalangi, menurutnya, termasuk dalam tindak pidana.
Munarman pun berharap, aksi ketiga ini tidak dihubung-hubungkan dengan kepentingan politik, apalagi dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Kami berharap tidak ada tuduhan (politik) karena aksi kami ini untuk bersatu menghalau pihak yang mencoba memecah-belah. Kami ingatkan jangan coba memecah-belah," katanya.
GNPF MUI sebelumnya menggelar aksi besar pada 4 November lalu. Ribuan massa melakukan long march dari Masjid Istiqlal hingga depan Istana Negara. Mereka menuntut Ahok dihukum karena diduga menistakan agama. (rel/asa)