"Ya, nanti semuanya akan kami atur, semuanya akan kami atur," kata Jokowi saat ditanya soal agenda pertemuan dengan SBY di Beranda Istana Merdeka, Senin (21/11).
SBY bahkan sempat mengkritik analisis tim intelijen Jokowi mengenai keterlibatan partai politik di balik "Aksi Bela Islam". Menurutnya, bahaya apabila intelijen memberikan informasi error.
Hal itu merupakan tanggapan SBY atas pernyataan Jokowi yang menyebut aksi 4 November lalu ditunggangi oleh aktor politik.
Demi meredam konflik dan mencegah aksi lanjutan, Jokowi kemudian melakukan safari politik. Dua minggu lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengunjungi acara tahunan sejumlah partai politik, seperti PKB, PPP, dan PAN.
Pekan lalu, Jokowi memanggil Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ia bahkan mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto makan siang di Istana Merdeka saat itu.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menuturkan, SBY dalam posisi membuka pintu bagi siapa saja untuk bertukar informasi, termasuk dengan Jokowi. Menurut Amir, pertemuan Jokowi dan SBY dapat menurunkan eskalasi politik belakangan ini.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berpendapat lain. Ia menilai, Jokowi dan SBY dapat bertemu kapan saja, bahkan di saat situasi tanpa ketegangan sekalipun. (wis/obs)