Agus menyantap kerap telor setelah selesai berdiskusi dengan warga. Dia mendapat ukuran besar yang bisa dimakan untuk 10 orang. Agus pun membagi-bagikan makanan itu kepada warga lain. Ia hanya mengambil sedikit bagian.
Usai makan, Agus pun sedikit menyinggung soal semakin langkanya jajanan kerak telor di Jakarta. Untuk dapat mencicipinya, warga harus mengunjungi lokasi tertentu seperti kawasan Kemayoran, Kota Tua, atau Kebun Binatang Ragunan.
Agus menyayangkan kondisi itu. Menurutnya, makanan tradisional macam kerak telor harus dilestarikan keberadaannya.
Ia pun mengimbau warga melestarikan resep kerak telor agar generasi mendatang masih dapat mengetahui dan mencicipinya.
"Ini khas Betawi dan harus dilestarikan, jangan sampai anak-anak tidak tahu," ujarnya.
Kerak telor adalah makanan yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti telor, bumbu penyedap, serundeng, hingga berat ketan.
Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu berkata, butuh ide inovatif untuk melestarikan kerak telor. Misalnya dengan membuat kemasan yang lebih menarik atau menerapkan sistem pemasaran yang lebih baik. (wis/rel)