Saat dipertemukan oleh The Jak Kebagusan, Agus mengatakan masih terus mengolah ide yang ada di kepalanya dan berkonsultasi dengan arsitek yang khusus mengurusi fasilitas olahraga.
"Saat ini kami terus sempurnakan dan kembangkan, kami juga akan tentukan lokasi yang tepat jika sudah memiliki otoritas," kata Agus saat ditemui di Kebagusan, Selasa (13/12).
Menurut Agus, masalah struktur desain dan ekspektasi publik harus berjalan beriringan agar stadion yang dibangun tak hanya bersifat "tambal sulam" karena dibangun secara prematur. Namun begitu dia juga tak mau rencana pembangunan ini hanya berakhir sebagai konsep belaka.
"Saya ingin efektif tapi juga visible dengan kemampuan anggaran serta disesuaikan dengan kebutuhan para atlet," ujar dia.
Tidak mau muluk, Agus menyatakan dirinya akan realistis jika sudah membicarakan masalah stadion tersebut. Dia tetap menargetkan waktu secepatnya, tapi enggan terburu-buru.
"Doakan saja secepatnya," kata dia singkat.
Hal yang selalu diminta oleh para Jakmania setiap bertemu Agus hanya satu, dan itu selalu sama di setiap tempat, yaitu agar Persija Jakarta diberi home base baru.
Permintaan itu lumrah karena Persija tak memiliki homebase sejak Stadion Lebak Bulus diratakan dengan tanah.
Sejak itu, Persija tak punya kandang pasti. Kadang mereka menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, atau bahkan dilempar ke Stadion Manahan Solo. Jakmania ingin agar gubernur baru DKI Jakarta membangun stadion untuk tim kesayangannya. (wis/obs)