"Kami ajak masyarakat kritis. Kenapa ya ada yang mengadakan survei begitu rutin? Survei itu nggak murah," kata Anies di Jakarta Barat, Selasa, (20/12).
Menurut Anies, penyelenggaraan survei membutuhkan biaya tinggi. Selain itu, Anies mengkritisi, dari beberapa lembaga survei ternyata jumlah sampel yang digunakan terlalu sedikit.
Hanya saja, survei internal tersebut tidak untuk disebar ke publik. Mantan Mendikbud ini mengatakan, hasil survei internal ditujukan untuk acuan tim pemenangan dalam menjalankan strategi kampanye.
"Kami pun punya internal survei yang menggunakan sampel yang sangat besar. Sehingga kami tahu sampai wilayah-wilayah kecil mana saja yang harus jadi perhatian dan kami akan fokus di situ," katanya.
Anies mengatakan, hasil survei internalnya menunjukan perkembangan kampanye yang dilakukan selama ini telah menghasilkan tren positif.
Sementara beberapa lembaga survei menyebutkan, pasangan nomor urut tiga ini selalu menempati posisi buncit. Anies-Sandi selalu kalah dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. (pmg)