Tak semua warga di kawasan tersebut menyambut positif program dan janji Agus. Sebagian warga justru mempertanyakan kemampuan Agus dalam melaksanakan dan mengawasi programnya jika kelak terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta.
Iskandar melanjutkan, apabila program itu terwujud pun dirinya ragu akan bermanfaat bagi rakyat. "Nanti uangnya 'dimakan' Ketua RW," ujarnya.
Hal serupa juga dikatakan beberapa ibu rumah tangga. Misalnya Ida (60). Ibu rumah tangga itu mempertanyakan kemampuan Agus dalam mengawasi penyaluran dana bantuan tersebut.
"Apalagi dia juga belum punya pengalaman (sebagai pejabat publik)," kata Ida.
Kekhawatiran juga dikemukakan Sukiman. Pria berusia 45 tahun ini bahkan beranggapan program bantuan Rp1 miliar per RW akan menciptakan kesenjangan sosial.
"Karena hanya pengurus RW-nya aja yang terima. Warga hanya akan menerima sebagian kecil, " ujarnya.
Meski diwarnai keraguan dari warga, namun gerilya AHY di kawasan Rawa Buaya tetap menarik perhatian warga.
Seperti kampanye-kampanye AHY-Silvi sebelumnya, selain didampingi tim sukses dan warga simpatisan, gerilya AHY kali ini juga dikawal beberapa anggota ormas. Kali ini pengawalan dilakukan anggota ormas Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). (wis/obs)