"Bukan (berebut) basis bagi saya, tapi merebut hati dan pikiran. Kalau basis, ada kesalahpahaman. Oh, nanti ini daerah A, daerah sana B dan C," kata Agus di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (30/12).
Calon nomor urut satu itu melanjutkan, "bagi saya semua warga Jakarta perlu didengarkan aspirasinya dan semua perlu diayomi. Karena mereka semua akan dipimpin gubernur Jakarta, bukan basis mana. Kontestasi pilgub dalam rangka memenangkan hati dan pikiran masyarakat sebanyak-banyaknya, ini adalah ideal dalam demokrasi."
Menurut LSI Denny JA, hal itu disebabkan baik Anies dan Agus memiliki basis suara yang relatif sama, yang kemungkinan akan terpecah di putaran pertama.
Survei LSI Denny JA menyimpulkan Agus dan Anies akan bersaing merebut basis suara antara lain di kalangan warga Betawi dan umat Islam.
LSI Denny JA juga mengandaikan kedua calon gubernur itu bertarung di putaran kedua. Hasilnya, Agus unggul dengan suara 36,0 persen, sementara Anies meraih 30,5 persen suara. Selebihnya, sebanyak 33,5 persen belum menentukan pilihan.
Meski bersaing dalam Pilkada DKI Jakarta, Agus mengaku tetap menjaga hubungan personalnya dengan Anies dan Sandiaga Uno. "Kami enggak pernah tidak akrab, saya tidak pernah merasa tidak akrab. Jadi baik-baik saja," ujar Agus.
Hal serupa juga ditegaskan Anies pada Kamis (29/12), saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad bersama Agus yang digelar Majelis Taklim Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi di Kwitang, Jakarta Pusat.
Hari itu keduanya duduk satu panggung dalam acara Maulid Nabi Muhammad di Kwitang, Jakarta Pusat yang digelar
"Kami ini berteman, dan saya selalu sampaikan, meskipun kami berbeda di dalam kompetisi, beliau nomor urut satu, saya nomor urut tiga, tetapi pertemanan, persahabatan itu dijaga," kata Anies usai acara. (wis/rel)