"Bersifat sementara dan akan sangat membantu untuk hidup sehari-hari," kata Agus di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (5/1).
Dalam pelaksanaannya, bantuan tunai tersebut akan disertai dengan pelatihan keterampilan agar warga mandiri dan mendapatkan penghasilan lebih baik.
Menurut Agus, bantuan ini adalah upaya untuk menjaga daya beli masyarakat yang harus tetap dipelihara dan ditingkatkan. "Jangan sampai mereka kesulitan lantaran harga pangan mahal dan penghasilan rendah." katanya.
Selain menjaga daya beli, hal yang tak kalah pentingnya adalah dengan memastikan suplai berjalan dengan baik.
Bantuan tunai itu nantinya akan didukung dengan bantuan modal usaha bantuan tanpa bunga. Program ini diharapkan bisa menghidupkan usaha kecil menengah. Dengan dana Rp1 triliun ditargetkan ada sekitar 20 ribu unit usaha baru terbentuk.
Dengan banyaknya unit usaha yang terbentuk, maka pengangguran bisa dikurangi. "Akhirnya keluar dari status kemiskinan dan tidak perlu lagi bantuan langsung sementara tersebut," kata Agus. (sur)