"Menikah dengan salah satu keluarga Pohan memberikan manfaat yang luar biasa. Tak perlu bicara kebhinekaan karena sudah langsung dilakukan, Jawa dengan Batak," ujar Agus.
Putra sulung mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berpendapat, pernikahannya dengan Annisa adalah bentuk kemajemukan bangsa Indonesia. Agus adalah keturunan suku Jawa sementara Annisa keturunan suku Batak. Ia bertambah semangat setelah memperoleh dukungan dari keluarga besar Pohan bertarung dalam pilkada DKI.
"Saya terharu menjadi bagian keluarga besar Pohan, etnis Batak Sumatera Utara," katanya.
"Ini sudah yang kesekian kali saya dapat dukungan, dulu dari Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, dan sebagainya. Tentu kami tidak ingin memisahkan warga Jakarta berdasarkan asal daerahnya. Semua program insya Allah bisa dinikmati seluruh warga," tuturnya
Acara Parpoda ini merupakan bentuk dukungan dari keluarga Pohan yang tinggal di Jakarta terhadap Agus dan pasangannya di pilkada DKI, Sylviana Murni. Dalam acara ini para tua-tua adat Tapanuli Selatan melakukan mangulosi atau pemberian ulos pada Agus dan Sylvi. Mangulosi merupakan bentuk pemberian doa restu pada paslon nomor urut satu itu dalam pilkada DKI.
Selain pada Agus dan Sylvi, mangulosi juga dilakukan pada SBY yang turut hadir dalam acara tersebut.
Ketua Umum Parpoda Hazairin Pohan mengatakan, di Tapanuli Selatan SBY dan istrinya, Ani Yudhoyono, memperoleh kedudukan anak boru yang merupakan unsur penting dalam masyarakat adat. Kedudukan tersebut diperoleh SBY dan Ani lantaran Agus menikahi Annisa yang bermarga Pohan.
"Ini jadi bentuk pemberian doa restu untuk menyemangati perjuangan Pak Agus dan Ibu Sylviana sebagai satu-satunya calon yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan masyarakat Sumatera Utara," ucap Hazairin.