Godaan untuk maju atau tidak dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 tidak dijawab oleh calon gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat yang "mengeksekusi" pertanyaan tersebut berdalih tidak mesti Ahok yang menjawab. Dia berbagi tugas dalam menjawab pertanyaan, termasuk ketika sang moderator bertanya,” Jika nanti Anda terpilih selama lima tahun, siapkan Anda untuk tidak tergiur atau maju dalam pilpres 2019?”
Ace mengklaim dengan begitu jadi jelas bahwa Ahok akan berkonsentrasi penuh dan fokus untuk menuntaskan kepemimpinannya selama periode lima tahun ke depan.
Ahok oleh Eva dianggap tahu diri. Ahok dalam posisi yang tidak bebas menjawab karena proses hukum pada diri Ahok dalam kasus penistaan agama sedang bergulir di pengadilan sehingga yang paling aman bagi Ahok adalah dengan posisi tidak menjawab.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat hanya Ahok yang tidak berani komitmen untuk tidak akan meninggalkan Jakarta pada 2019 bila terpilih nanti.
Hendri mencermati hal tersebut merupakan penutupan debat yang antiklimaks bagi pasangan petahana. “Itu antiklimaks dari performa Ahok sepanjang debat. Komitmen memimpin Jakarta sampai tuntas adalah hal penting bagi warga Jakarta,” ujar Hendri kepada CNNIndonesia.com, Minggu (15/1).
Lihat juga:Ahok: Debat Perdana Bangun Opini yang Salah |
“Anies dan Agus mau menjawab, komit, tapi Ahok tidak. Pemimpin tidak boleh mengharapkan jabatan dari jauh hari, belum tentu momentum politik kelak akan mendekati dia,” kata Hendri.
Hendri juga tidak melihat ada hubungan bila Ahok dikatakan tahu diri dan mencari posisi aman dengan tidak menjawab terkait dengan statusnya sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. “Kalau gara-gara tahu diri terus kemudian Ahok tidak mau menjawab berarti Ahok sudah mengaku bersalah.”