"Jangan sampai inland-nya aman, tapi masuk ke Kepulauan Seribu. Kami tak mungkin kerja sendiri tapi dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik dengan lembaga lain saya pikir bisa lakukan dengan baik," kata Agus saat ditemui di Rawa Badak Utara, Senin (16/1).
Selain itu, peran kepala daerah juga harus dimaksimalkan untuk meyakinkan agar para TKA yang ada tak mengganggu keamanan dari warganya, dalam hal ini warga DKI.
Agus tak hanya bicara soal pencegahan masuknya TKA ilegal. Menurutnya, hal lain yang tak kalah penting adalah upaya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memajukan tenaga kerja Indonesia terlebih dahulu.
"Pemimpin harus memikirkan untuk memajukan warganya, warga harus menjadi yang pertama mendapatkan peluang masuk ke lapangan pekerjaan," ujarnya.
Meski mengutamakan tenaga kerja lokal, Agus menekankan bahwa kesempatan itu harus dibarengi juga dengan kompetensi dari warga.
Upaya meningkatkan kompetensi warga bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan di bidang keterampilan dan pendidikan.
"(Jika) mereka sudah memiliki keunggulan maka tak khawatir dengan masuknya TKA. Jangan sampai mereka bertanding dengan TKA tapi tak memiliki keterampilan sama sekali," katanya.
"(Jika) mereka sudah memiliki keunggulan maka tak khawatir dengan masuknya TKA. Jangan sampai mereka bertanding dengan TKA tapi tak memiliki keterampilan sama sekali," katanya.