Namun, hasil evaluasi debat yang dilakukan tim pakar Anies-Sandi menyebutkan bahwa Sandiaga kurang senyum dalam debat tersebut.
Sandiaga menjelaskan, ekspresinya saat debat perdana tersebut lantaran dirinya merasa terkejut menyaksikan pasangannya, Anies Baswedan, diserang pasangan calon lainnya. Tetapi dia menyatakan menerima saran yang diberikan tim pakar.
"Saya bilang saya kaget waktu itu, karena di luar kesepakatan, ada kayak serangan pribadi. Itu saja," ujar Sandiaga.
Sandiaga mengatakan, serangan kepada Anies datang dari Ahok yang sempat menyamakan Anies dengan dosen. Ia melanjutkan, Anies juga diserang oleh Sylviana Murni yang menyebutnya sebagai 'Pak Menteri'.
Soal sebutan dosen, Sandiaga mengatakan tak bisa menerima itu karena keluarganya juga berasal dari kalangan pendidik. Hanya saja, ia enggan memperpanjang persoalan ini.
"Ya sudahlah, yang sudah lewat. Beliau (Ahok) juga sudah menyesali enggak usah diperpanjang. Look forward ke debat ke dua," ujarnya.
Sandiaga berharap debat kedua bisa berjalan lebih kondusif tanpa diwarnai serangan terhadap pribadi. Namun, ia enggan meminta secara khusus kepada KPU DKI Jakarta untuk mencegah agar serangan pribadi tak terulang kembali pada debat selanjutnya.