Agus bahkan mengatakan ada sejumlah kampanyenya yang tak mengeluarkan uang sedikitpun. Alasannya, kata Agus, dirinya hanya menerima undangan, bukan mengundang orang-orang.
Kampanye Agus memang relatif selalu ramai dan meriah. Namun Agus mengatakan bahwa kemeriahan sebuah agenda kampanye tak selalu menghabiskan dana besar.
"Kemeriahan kampanye tak selalu berbanding lurus dengan pengeluaran, mereka hadir karena ingin perubahan," katanya.
Gerilya atau blusukan adalah strategi utama Agus-Sylvi selama masa kampanye. Selain melakukan gerilya, Agus juga tercatat menggelar town hall meeting.
Dalam town hall meeting Agus berpidato sendiri di hadapan massa pendukung untuk menjelaskan visi dan misinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
"Kami merasa bersyukur tak terlalu banyak mengadakan acara. Kami memang mengadakan town hall meeting dan kampanye di beberapa tempat tapi selebihnya undangan masyarakat yang dibantu simpatisan," ujar dia.
Agus juga menyatakan selalu melaporkan segala pengeluaran terkait kampanye ke KPU DKI Jakarta.
Hal itu dilakukan Agus untuk mementahkan anggapan yang mengatakan bahwa pengeluaran dia dan Sylvi selama kampanye tidak masuk akal.