"DKI Jakarta kami anggap rawan," ujar Rikwanto saat ditemui di Mabes Polri, Senin (23/1).
Rikwanto menjelaskan ada sembilan indikator yang ditetapkan Polri sebagai acuan dalam menetapkan sebuah daerah/Polda sebagai wilayah yang rawan.
Jika sebuah daerah memenuhi indikator 1-4 maka daerah tersebut masuk dalam wilayah rawan satu seperti Jakarta. Sedangkan jika daerah itu memenuhi semua kategori yang ada maka itu disebut rawan dua atau sangat rawan konflik.
Status DKI Jakarta sebagai daerah rawan pilkada sudah diprediksi oleh Bawaslu pada akhir September 2016 lalu. Saat itu Bawaslu mengeluarkan indeks kerawanan pilkada dan hasilnya indeks kepesertaan Pilkada Jakarta berada di angka 2,95 atau termasuk rawan tinggi.
Indeks ini juga memasukkan Papua Barat dalam kategori daerah paling rawan selama penyelenggaraan pilkada. Untuk tingkat kabupaten/kota, empat daerah di Papua yakni Tolikara, Intan Jaya, Nduga, dan Lanny Jaya menjadi yang paling tinggi kerawanannya dibandingkan daerah lain.
Untuk pengamanan Pilkada 2017 mendatang, Rikwanto mengatakan Polri telah menyiapkan 60-70 ribu personel yang disebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar personel yang diturunkan berasal dari satuan Brimob.
Dalam tugasnya nanti, personel polisi akan dibantu oleh aparat TNI dan Satpol PP.