Sementara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat suara 23,6 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 23,8 persen.
Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi mengatakan, perolehan 38,2 persen cukup untuk Ahok-Djarot melenggang ke putaran kedua. "Tapi belum (membuat) nyaman," kata Burhanudin saat memaparkan hasil survei 'Efek Debat dan Rasionalitas Pemilih Jakarta Jelang Pilkada', di Jakarta, Rabu (25/1).
Para pemilih Ahok dalam survei tersebut, sekitar 63 persen beralasan karena pasangan petahana ini sudah terbukti hasil kerjanya dan punya pengalaman.
Sementara pasangan Anies-Sandi dipilih karena dinilai berpendidikan, ramah dan memiliki kesamaan agama.
Menurut Burhanudin, dari survei ini bisa tergambar bahwa dukungan pada Ahok-Djarot sejak Desember lalu terus meningkat. Hal yang berbeda justru terjadi pada Agus-Sylvi yang dukungannya terus menurun. Sementara elektabilitas Anies-Sandi cenderung stagnan.
Pada jajak pendapat serupa dari Indikator Politik Indonesia yang digelar pada November 2016 menempatkan pasangan Agus-Sylvi di posisi teratas dengan perolehan suara 30,4 persen, diikuti Ahok-Djarot dengan 26,2 persen dan Anies-Sandi mendapat 24,5 persen.
Sementara pada survei IPI bulan Desember elektabilitas Ahok-Djarot naik menjadi 31,8 persen, Agus-Sylvi turun menjadi 26,5 persen dan Anies-Sandi 23,9 persen. (sur/wis)