Dari jauh sayup-sayup terdengar teriakan menyemangati pasangan calon nomor urut dua.
“Dua! Dua! Dua!”
Sejumlah petugas keamanan, mulai dari polisi hingga satpam yang menjaga Menara Bidakara terlihat bergabung dengan kerumunan. Satu dua pengendara motor yang lewat di pinggir Jalan Bidakara pun sempat berhenti karena penasaran.
Lihat juga:Relawan Ramaikan 'Nobar' Debat Cagub DKI |
Saat debat berlangsung, sesekali ledekan terlontarkan untuk para lawan.
"Wuuuuu... Pintar ngomong saja, nih,"
"Teori doang!"
"Rumah apung?! Hahaha..."
“Oh, hip hip hura-hura Coblos nomor dua
Aku jatuh cinta (Ahok-Djarot) hu hu hu
Kita pun setia, coblos nomor dua”
Sutjadi Lukas (60), salah satu perwakilan dari Barisan Relawan Basuki-Djarot (Barabadja) mengaku bahwa massa malam ini sudah mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB. Sebelum hujan besar mengguyur lokasi debat.
Jumlah pendukung yang diizinkan masuk terbatas hanya 100 orang saja. "Jadi yang enggak bisa masuk, kita (nonton) sama-sama saja disini," ujar Sutjadi.
Saat ditanya, apa alasannya para relawan membuka 'lapak' nonton barengnya di pinggir jalan, Sutjadi bilang, "Biar masyarakat yang lewat bisa ikut nonton bareng sekalian."
Terbukti, setelah tigaperempat jalannya debat, massa yang ikut menonton pun makin ramai. Sorakan penyemangat pun makin keras terdengar.
Ahok-Djarot, sudah terbukti!"
(aal)