Menurut Ahok, sapaan Basuki, pengecekan data dapat dilakukan warga melalui berbagai media sosial. Ia juga meminta warga mengecek kebenaran hasil survei Ombudsman terhadap kepatuhan Kementerian dan Lembaga dalam Pelayanan Publik di tahun 2015.
Permintaan itu disampaikan setelah Ahok mendengar bantahan cagub nomor urut tiga Anies Baswedan ihwal hasil survei tersebut.
Lihat juga:Anies Baswedan: Berita Hoax Itu Berbahaya |
Sebelumnya, Ahok menyindir Anies telah gagal membawa Kemendikbud berprestasi dalam pelayanan publik. Alasannya, saat ia menjadi menteri Kemendikbud menempati urutan buncit dalam survei.
"Itu Ombudsman melakukan survei di 2015 Maret, Mei, Agustus, dan Oktober di masa beliau jadi menteri. Ya kadang kalau suka ngomong opini saya tidak mau terlalu lindungi lagi lah," kata Ahok di Menara Bidakara.
Lihat juga:Anies Nilai Ahok Emosional dalam Debat |
Menurutnya, tak mudah membawa DKI Jakarta hingga menerima penghargaan dari Bappenas. Sebabnya, tiap tahun banyak warga berpenghasilan rendah yang datang ke ibu kota untuk mengadu nasib.
"Justru Jakarta lebih susah karena kenapa? Orang miskin kan datang terus. Yasudahlah debat mah bisa saja bangun opini. Saya kira masyarakat kita sekarang cerdas kok bisa cari semua data yang kami bicarakan, bisa dilihat dengan baik," katanya.
(aal)