Menurut Djarot, pasangan Agus Harimurti itu terlalu bersemangat mengikuti debat terbuka hingga lupa memberi pertanyaan untuk cagub dan cawagub nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Kealpaan Sylviana terlihat saat segmen kelima debat terbuka kedua yang diadakan di Menara Bidakara, Jumat (27/1) malam.
"Kami merasa paslon nomor tiga dan satu sebetulnya kasih umpan untuk mengkritik paslon nomor dua ya tidak apa-apa. Kritikan semakin bagus, saking bersemangatnya sehingga lupa pertanyaannya apa. Kemudian daripada berdebat kami memisahkanlah," ujar Djarot.
Pada segmen kelima, Sylvi sempat kehabisan waktu ketika diberi kesempatan untuk bertanya kepada Anies-Sandi. Saat tengah asik menjelaskan latar belakang pertanyaan yang hendak disampaikan, waktu yang diberikan moderator habis sehingga panitia acara memutus suara dari microphone-nya.
Karena melihat Sylvi enggan kembali ke tempat duduknya, Ahok lantas turun dari kursinya dan menggerak-gerakkan tangan seakan ingin melerai Sylvi dengan Anies-Sandi.
"Aku lihat kok berdua kok gamau pisah-pisah padahal waktu habis. Ya aku bercandain saja suruh pisah," kata Ahok usai debat terbuka kedua.
Lihat juga:Gaya AHY Mirip Jokowi di Debat Cagub Kedua |
Terpisah, calon wakil gubernur nomor urut tiga Sandiaga Uno menepis anggapan dirinya memancing Sylviana untuk mengkritik Ahok.
"Sebetulnya itu bukan mengkritik tapi dari enam orang kandidat, Bu Sylvi itu yang rekam jejak di birokrasi paling lama, 31 tahun," kata Sandiaga.
Lihat juga:Relawan Ramaikan 'Nobar' Debat Cagub DKI |
Menurut Sandiaga, berbeda halnya dengan dia dan Anies yang belum memiliki pengalaman di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sylvi telah merasakan lima era gubernur selama lebih dari 30 tahun.
Dari pertanyaan itu Sandiaga mengaku mendapat pengalaman dan inspirasi yang dirasakan Sylvi mengenai reformasi birokrasi selama ini. "Jadi itulah pembelajaran bagi kami bahwa pelayanan publik harus menghadirkan lapangan kerja dan membrika akses pendidikan secara tuntas dan terjangkau," ujarnya.
(aal)