Djarot, calon wakil gubernur nomor urut dua, hingga kini masih tak mengerti dengan konsep vertical housing yang ditawarkan Agus, terutama di bagian pembangunan tanpa menggusur.
Menanggapi itu, Agus mengatakan bahwa dia sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan suatu hal yang bahkan dimengerti oleh anak-anak muda.
Menurut Agus, sosok berpengalaman seperti Djarot seharusnya mengerti dengan konsep sederhana yang dia tawarkan tersebut.
Tak hanya soal program vertical housing atau program rumah rakyat, Djarot pun menyinggung program Rp 1 miliar per RW per tahun yang ditawarkan Agus. Djarot saat itu mempertanyakan dari mana uang Rp1 miliar itu bisa didapat dan dialokasikan ke warga.
"RW di DKI itu jumlahnya 2700 sekian, itu dikalikan Rp 1 miliar dan totalnya Rp27 triliun," ujarnya.
Mengacu pada APBD 2016 DKI Jakarta yang jumlahnya kurang lebih ada di angka Rp 70 triliun, Agus menyatakan dana Rp 27 triliun itu tak ada artinya jika ditujukan untuk membangun, mengembangkan, dan memberdayakan komunitas.
Lihat juga:AHY Jaga Basis Suara Jelang Hari Pencoblosan |
Menurut Agus, program yang dia tawarkan memang dibutuhkan dan bahkan diklaim sangat ditunggu oleh masyarakat.
Oleh sebab itu, Agus menegaskan dia ingin benar-benar membuktikan bahwa konsep yang dia tawarkan bukan mengada-ngada, dan pasti bisa dijalankan di DKI Jakarta.
"Jangan sampai karena mereka tak berhasil melakukan hal itu mereka jadi menganggap konsep itu tak masuk akal atau bohong," kata putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu. (wis)