Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos mengatakan, pengurangan dilakukan agar konsentrasi peserta Pilkada tak terganggu saat debat terakhir digelar. Kuota pendukung juga dikurangi untuk menekan kepadatan di arena debat.
"Kemungkinan kami akan mengurangi jumlah penonton. Kemarin kan 120 orang, mungkin sekarang kembali ke 100 orang seperti debat pertama," kata Betty kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/2).
Kepadatan terlihat pada debat terbuka kedua pekan lalu. Beberapa penonton terlihat harus berdiri selama jalannya debat, karena tak mendapat kursi dalam ruangan.
Menurut Betty, ramainya ruang debat terbuka kedua disebabkan penambahan kuota pendukung yang diizinkan masuk. Selain itu, keberadaan pengawal beberapa tamu undangan juga membuat ramai suasana.
"Petinggi-petinggi (partai) itu datang tidak sendirian, pasti bawa bodyguard. Jadi kalau kami mengundang 100 orang, tidak mungkin benar ada 100 di situ, kemudian menjadi riweuh di dalam," katanya.
KPU DKI hanya menunjuk satu moderator untuk memimpin debat ketiga. Presenter Alfito Deannova dipilih sebagai moderator. Selain memandu jalannya acara, Alfito juga akan menyampaikan pertanyaan yang telah disusun oleh panelis. (sur/rdk)