Sindiran pertama dia lontarkan soal seorang pemimpin yang selalu bersikap curiga apalagi yang dicurigai adalah rakyatnya sendiri.
"Bagaimana kalau pemimpin curiga terus, semua dicurigai, semua dimarahi di depan publik," kata Agus saat ditemui di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2).
Agus dalam sindirannya juga menegaskan pemimpin yang dibutuhkan DKI Jakarta bukanlah sosok yang mengancam warganya.
Kondisi warga DKI Jakarta yang masih kesulitan, kata Agus, membuat mereka harus diayomi oleh pemimpin yang memiliki hati.
Tak lupa, mereka juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan, bukan malah digusur dari tempat mereka tinggal.
"Jangan juga (memilih) pemimpin yang mencla mencle kanan kiri oke, itu tak punya jati diri. Saya yakin saudara mengerti apa yang saya maksud," ujar Agus.
Agus lantas menegaskan bahwa apa yang dia katakan merupakan realitas dan itu menjadi rasional untuk diungkapkan. Dia menekankan masyarakat sudah sadar akan hal itu dan hal tersebut harus dijadikan motivasi untuk memilih pemimpin baru di DKI Jakarta.
(obs)