Imbauan tersebut dikatakannya terkait dengan rencana aksi yang akan dilakukan oleh Forum Umat Islam untuk menjaga TPS di DKI Jakarta di hari pencoblosan calon.
"Biarkan masyarakat memberikan hak suaranya dan tidak boleh kelompok itu menekan orang perorangan atau membela salah satu pasangan calon tertentu, itu tidak jujur, adil dan bersih," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/2).
Menurut Iriawan, penjagaan TPS sudah cukup dengan dilakukan oleh pihak Badan Pengawas Pemilu, polisi dan saksi. Polisi juga akan meminta Bintara Pembina Desa Komando Daerah Militer untuk membantu penjagaan TPS.
"Akan kami amankan nanti," tuturnya.
Sementara itu, Bawaslu akan menggunakan teknologi aplikasi untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara. Lewat teknologi aplikasi itu, para pengawas di TPS nantinya wajib mengambil dokumentasi gambar atau video selama proses pengambilan dan penghitungan suara.
Selain penjagaan TPS, Iriawan menyebut, polisi juga akan menjaga ketat ketiga pasangan calon gubernur DKI Jakarta. Mereka adalah Agus Yudhoyono Harimurti-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Iriawan menilai, polisi bertugas menjamin keselamatan dari ketiga paslon tersebut.
"Tentu kami amankan ekstra karena keselamatan beliau harus terjamin dan ini untuk semua pasangan nomor satu, dua dan tiga," tuturnya.