“Secara ksatria dan lapang dada saya menerima kekalahan saya dalam Pilgub DKI Jakarta,” kata Agus dalam konferensi pers di kawasan Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).
Saat memberikan pernyataan Agus ditemani calon wakil gubernur Sylviana Murni dan juga istrinya Annisa Pohan. Para pendukung berulang kali berteriak: Agus Presiden, selama konferensi pers berlangsung.
“Alasan lainnya adalah karena saya tidak ingin sedikit pun menurunkan semangat para relawan simpatisan yang bersama-sama berjuang untuk kami,” kata Agus.
Agus mengungkapkan dia telah secara khusus mengucapkan selamat kepada pasangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful yang unggul versi perhitungan cepat sementara.
Dia juga meminta maaf kepada tim pemenangan, relawan, dan warga yang mendukung dirinya dan Sylviana. "Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konstituen karena belum berhasil memenuhi harapan bapak-ibu," ujar Agus.
Hasil hitung cepat empat lembaga yakni LSI Denny JA, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Vox Pol, dan Polmark Indonesia, menetapkan Ahok-Djarot sebagai pemenang Pilkada DKI dengan suara di bawah 50 persen.
Tiga lembaga lain yakni SMRC, Polmark Indonesia, dan Vox Pol Indonesia juga telah menerima 100 persen suara masuk untuk penghitungan cepat. Hasilnya tak jauh berbeda. Ahok di peringkat atas, diikuti Anies-Sandi di peringkat dua dan Agus-Sylvi di posisi buncit.
[Gambas:Video CNN]