Konsultan tim pemenangan Anies-Sandi, Eep Saefuloh Fattah mengatakan, data tersebut merujuk pada hasil quick real count yang dilakukan pihaknya berdasarkan data C1 asli di seluruh TPS di wilayah Jakarta.
"Dari 44 kecamatan yang ada di seluruh Jakarta, nomor dua unggul di 22 Kecamatan dan nomor tiga unggul di 22 Kecamatan. Jadi berbagi 50 persen di antara nomor dua dan tiga," kata Eep di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis (16/2).
Sementara, persebaran di tingkat TPS, Eep mengklaim Anies-Sandi unggul di 6.949 TPS, Ahok-Djarot menyusul di posisi kedua 5.653 TPS, dan pasangan calon nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menang di 245 TPS.
"Tetapi jumlah warga, jumlah pemilih di setiap TPS berbeda-beda, meski jumlah TPS yang dimenangkan Anies lebih banyak," kata Eep.
Meski demikian, Eep menjelaskan, di wilayah Jakarta Utara dan Barat yang menjadi basis Ahok-Djarot, pasangan Anies-Sandi mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan elektabilitas empat bulan lalu, atau masa awal kampanye.
Secara keseluruhan, menurut Eep berdasarkan hasil quick real count dengan data yang diinput mencapai 98,65 persen, tidak ada perubahan posisi antara Ahok-Djarot, Anies-Sandi dan Agus-Sylvi.
Ahok-Djarot berada di urutan pertama dengan perolehan 42,3 persen, disusul Anies-Sandi dengan 39,6 persen serta Agus-Sylvi meraup 16,8 persen suara dan suara tidak sah 1,3 persen.
Lihat juga:Situs KPU Diretas Hacker? Itu Hoax! |