Dari Jakarta Pusat ada 29 hasil perhitungan yang belum masuk. Sementara dari Jakarta Timur ada 133 formulir C1 yang belum diterima.
Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, terhambatnya distribusi 162 formulir C1 itu disebabkan kesalahan teknis yang dilakukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
"Sekarang lagi diupayakan ke KPU Kota supaya data yang ada di dalam kotak suara bisa dikeluarkan melalui rapat pleno di Kecamatan, dan dikirim ke sini untuk di-scan sehingga datanya disini bisa 100 persen," kata Sumarno di Menara Bidakara, Jakarta, Kamis (17/2).
Lihat juga:KPU-Bawaslu Sepakat Perbaiki DPT Pilkada DKI |
Dari data yang sudah masuk, calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat masih unggul dengan perolehan 2.330.037 suara atau 42,96 persen dari total suara masuk.
Pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyusul dengan 2.169.838 suara, atau 40,01 persen. Di posisi buncit ada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang meraih 923.357 suara atau 17,03 persen.
Dari 7.128.408 pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada DKI, ada 5.490.301 warga yang menggunakan hak suaranya. Dengan demikian, 1.638.107 orang terhitung tak menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI.