Lembaga Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyarankan pasangan calon gubernur yang lolos ke putaran kedua sebaiknya menarik dukungan kelompok golput, daripada berupaya mendapat limpahan suara pasangan calon yang gugur.
Pasangan Agus-Sylvi diketahui mendapat 936.609 suara dan menjadi peserta Pilkada DKI yang paling sedikit memperoleh dukungan berdasarkan hasil rekapitulasi data formulir C1 dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.
Lihat juga:Mereka yang Memilih untuk Tidak Memilih |
"Sebaiknya mengarahkan perhatian kepada pemilih yang belum menggunakan haknya di TPS. Mereka sesungguhnya punya pilihan, namun tak cukup yakin datang ke TPS. Meyakinkan itu kunci utama kemenangan pasangan calon," kata Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz di Kantor Bawaslu RI, Sabtu (18/2).
Analisis JPPR menyebutkan, angka golput saat Pilkada ibu kota paling banyak ditemui di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Ada 35 persen pemilih yang tak menggunakan hak suaranya di sana.
Infografis insert hasil Pilkada DKI versi real count KPU. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani) |
Sementara, golput terendah ada di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Hanya 17 persen pemilih di sana yang tak menggunakan suaranya saat hari pemilihan.
Lihat juga:'Curhat' Warga Soal Pilkada DKI 2017 |
Angka golput di putaran kedua Pilkada DKI diprediksi naik jika partai politik pendukung cagub dan cawagub yang tersingkir tak menentukan dukungan ke peserta tersisa. Partisipasi bisa meningkat seandainya tim kampanye dari masing-masing paslon dapat bergerak efektif merebut hati pemilih yang belum menggunakan haknya.
"Di Pilkada, kekuatan, kemampuan, strategi paslon bersama tim kampanye jauh lebih menentukan daripada pernyataan atau sikap dari parpol. Pendukung Agus-Sylvi juga berkontribusi terhadap golongan putih, karena pilihan pertamanya berpotensi tidak masuk putaran dua," katanya.
Hasil rekapitulasi formulir C1 KPU DKI diketahui, pemenang Pilkada DKI putaran pertama adalah Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ahok-Djarot mendapat 42.91 persen suara, atau 2.357.587 dari 5.563.425 pemilih di Pilkada DKI. Sedangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno meraih 40.05 persen atau 2.200.636 dukungan.
Jika hasil penghitungan manual KPU DKI berbeda tipis dengan unggahan formulir C1, dipastikan Pilkada DKI akan digelar dua putaran. Sebabnya, tak ada cagub dan cawagub yang meraih suara 50 persen plus satu.
Infografis insert hasil Pilkada DKI versi real count KPU. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)