Pernyataan itu disampaikan Ketua Fuhab Jakarta KH. Syukron Makmun usai menggelar pertemuan tertutup dengan Anies-Sandi di kawasan Jakarta Timur, Kamis (23/2).
"Kami menyatakan untuk umat Islam wajib memilih pemimpin yang mencintai Allah dan dicintai oleh Allah. Dengan pengertian kami wajib memilih pemimpin yang beriman kepada Allah dan haram untuk memilih pemimpin selain orang mukmin," kata Syukron.
Mantan Ketua KPK yang juga menjadi anggota Majelis Tinggi Fuhab Jakarta, Taufiequrachman Ruki mengatakan dukungan untuk Anies-Sandi merupakan hasil keputusan rapat dan musyawarah.
"Fuhab sudah memutuskan berdasarkan rapat-rapat terdahulu, Fuhab Jakarta dan Indonesia akan mendukung saudara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai cagub dan cawagub DKI," kata Ruki.
Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto |
Lihat juga:PAN dan PPP DKI Merapat ke Anies-Sandi |
Ruki belum lama ini diketahui masuk dalam kepengurusan PPP Romahurmuziy sebagai Ketua Majelis Kehormatan. Namun dia menegaskan dukungannya kali ini tak ada kaitan dengan partai berlambang Kakbah.
"Ini tidak ada hubungannya dengan PPP. Apalagi PPP Djan Faridz," kata Ruki.
Ruki menjelaskan dukungan yang akan diberikan nantinya berupa pengalihan suara dari yang semula sempat diberikan kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni ke Anies-Sandi.
"Kami asumsikan bahwa yang 42 persen tetap lah itu menjadi milik Pak Basuki kalau bisa direbut juga tidak apa-apa. Tetapi yang 39 persen ditambah dengan yang 17 persen harus menjadi miliknya Anies-Sandi," ujar dia.
Anies dan Sandiaga sementara itu mengapresiasi dukungan yang secara resmi telah diberikan Fuhab Jakarta. Dia berharap dukungan itu bisa menjadi menjadi bekal kekuatan dalam menghadapi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi. Ini bukan sekedar dukungan tapi kepercayaan untuk bekerja sama dalam dua bulan ke depan," kata Anies. (gil)
Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto