Dalam menjalankan strateginya itu, Sandiaga menjelaskan ia dan timnya akan langsung mendatangi para pemilih golput berdasarkan nama dan alamat rumahnya.
"Untuk suara yang masih golput kita akan coba datangi berbasis TPS by name dan by address," kata Sandiaga di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Minggu (26/2).
"17 persen yang memilih Mas Agus dan Mpok Sylvi adalah orang yang ingin hadirnya kepemimpinan baru di DKI jadi harus ditangkap," kata Sandiaga.
Sandiaga menambahkan saat ini ia dan timnya masih mempelajari program-program yang diusung Agus-Sylvi pada pilkada putaran pertama kemarin. Nantinya, program yang dirasa cocok akan diadopsi dan digabungkan dalam platform program Anies-Sandi untuk pilkada putaran kedua nanti.
Pasangan yang diusung oleh Gerindra dan PKS ini melaju ke putara dua Pilkada DKI Jakarta. Mereka akan melawan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang didukung PDIP, Golkar, Hanura dan NasDem.
Berdasarkan tabulasi formulir perhitungan TPS di sistem perhitungan KPU, suara dua pasangan ini berselisih sekitar tiga persen. Basuki-Djarot mendapat 42,96 persen dan Anies-Sandi 39,97 persen. (gen/sur)