Menurut Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz, suara dari pemilih Agus-Sylvi sulit digaet karena para pemilih calon nomor urut satu itu tergolong telah mantap.
Pemilih Agus-Sylvi disebut sulit berpaling baik kepada pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hal lain yang memberatkan, menurut Hafidz, karena saat ini partai politik pengusung Agus-Sylvi belum menentukan pilihannya secara resmi di putaran kedua.
Hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi tingkat provinsi KPU DKI Jakarta menyebutkan Ahok-Djarot meraih 2.364.577 suara atau 42,99 persen. Hal itu didapat dari 5.564.313 warga yang menggunakan hak pilihnya.
Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengumpulkan 2.197.333 suara atau 39,95 persen dan posisi paling buncit diduduki pasangan nomor urut satu Agus-Sylvi yang hanya memperoleh 937.955 atau 17,05 persen.
Jumlah golput lebih tinggi dari perolehan suara Agus-Sylvi. Hafidz mengatakan, kemampuan menggaet suara golput akan sangat mempengaruhi hasil akhir Pillkada DKI Jakarta.
"Paslon yang berhasil meraih suara golput akan menang. Kalau dari suara Agus-Sylvi saja bisa imbang suaranya dibagi ke Ahok atau Anies," ujarnya.