Sikap ini berbeda dengan yang ditunjukkan pada putaran pertama. Ahok mengatakan saat itu dia berkukuh enggan cuti lantaran harus melakukan pembahasan soal anggaran 2017.
Meskipun pada akhirnya dia tetap harus mengambil cuti. Ahok bersyukur penyusunan anggaran tidak mengalami kendala yang signifikan.
"Tahun lalu saya protes soal APBD, sekarang tak masalah. Ini bukan pasrah tapi memang aturannya begitu," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (3/3).
Ahok menyebut kerja sebagai hobi. Dia tak keberatan jika memang harus tetap bekerja di putaran dua nanti.
"Kalau sekarang disuruh kerja ya, saya kerja karena kerja itu hobi saja, tapi jika harus cuti oke saja," kata Basuki.
Menurut Tjahjo, jika kampanye di putaran kedua hanya berupa debat dan pertemuan tertutup maka cuti menjadi hal yang tak penting untuk diberikan. Dia membandingkan putaran kedua Pilkada DKI 2017 dengan Pilkada DKI pada 2012 yang lalu.
Saat itu, kata Tjahjo, petahana Fauzi Bowo tak perlu mengambil cuti karena sistem putaran dua hanya kampanye tertutup, penajaman visi misi, dan debat.
Sepanjang mekanisme yang dibuat KPU sesuai dengan Undang-Undang maka pemerintah akan mengikuti itu. Jika pada akhirnya KPU Provinsi DKI memutuskan kampanye putaran dua digelar terbuka maka mau tak mau Ahok harus mengambil cuti. (pmg/wis)