"Itu kelas menengah juga bisa mendapatkan. Jadi tawaran kami itu bisa untuk semuanya," kata Anies di rumahnya, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (8/3).
Dalam situs resmi kampanye mereka, jakartamajubersama.com, dijelaskan bahwa program tersebut merupakan kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Lihat juga:Mengupas Program Rumah Tanpa DP |
Program rumah tanpa uang muka juga bisa didapat dengan melihat konsistensi menabung dalam jangka waktu 6-12 bulan.
Anies yakin program itu bakal diminati kelas menengah. Sebab, dia menilai tidak semua warga kelas menengah dapat langsung membeli rumah mereka.
Program rumah tanpa uang muka menargetkan penerima program mencapai 50 ribu keluarga per tahun. Program ini diasumsikan akan menelan dana APBD sekitar Rp2,7 triliun.
Dalam lima tahun, program ini diklaim akan mengurangi kekurangan hunian yang mencapai 302.319 unit, menjadi tinggal sekitar 50 ribu unit.
Anies mengatakan tak akan membedakan program untuk berbagai kalangan jika terpilih nanti. Hal itu sekaligus menanggapi hasil survei LSI Denny JA yang menyebut Anies-Sandi perlu menggaet suara kalangan kelas menengah atas.