"Total yang belum merekam (e-KTP) itu sebenarnya ada 59.911. Tapi tidak usah khawatir. Dari angka ini, sebanyak 54.381 sudah masuk DPT. Dengan demikian, yang belum merekam dan belum masuk DPT tinggal 5.530," ujar Sumarsono usai rapat koordinasi bersama KPU DKI Jakarta di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Rabu (8/3).
Terkait hal itu, Sumarsono mengatakan pihaknya akan membuka posko pendaftaran untuk memfasilitasi warga yang belum tercatat dalam DPT. Pemerintah juga akan menyelesaikan pendataan DPT kesejumlah apartemen, lembaga pemasyarakatan, hingga ke rumah susun agar warga Jakarta mendapatkan hak politiknya.
"Untuk rusun, nanti juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan. Karena itu saya berharap wali kota dan RT bisa membantu," kata Soni, sapaan Sumarsono.
"Kalau dikeluarkan H-1, dikhawatirkan di detik-detik terakhir (jumlah pemilih) akan membludak. Oleh karena itu, kami harus kaji kembali bersama Bawaslu dan KPU DKI Jakarta untuk penetapan waktu terakhir keluarnya suket tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPU DKI Jakarta Sumarno berharap agar masyarakat lebih aktif mengawal jalannya proses pendataan daftar pemilih jelang putaran dua April mendatang.