KPU DKI terbuka untuk menerima setiap masukan maupun kritik dari tim pasangan calon terkait dengan data pemilih.
"Silahkan saja tim paslon dua, tiga, kan kami mau perbaiki, kalau tidak dikritisi, tidak diberi masukan, tidak ditanggapi, akhirnya saya bilang jadi bom waktu," kata Sidik di Jakarta, Selasa (14/3).
Lihat juga:KPU DKI Akan Tambah Jumlah TPS Putaran Kedua |
"Kan ini ada human yang mungkin karena saking ngantuknya, ngetik nama orang jadi salah, ngetik angka salah. Nah itu juga yang harus dipahami," tuturnya.
Untuk itu, Sidik mengimbau agar setiap paslon mengirimkan timnya untuk melakukan proses pendataan pemilih yang saat ini sedang dilakukan oleh KPU DKI.
Sampai hari ini Sidik mengaku KPU DKI belum menerima masukan dari tim pemenangan pasangan calon terkait dengan data pemilih untuk putaran kedua.
Hal itu menjadi sorotan Sidik lantaran tim pemenangan pasangan calon kerap melakukan protes saat daftar pemilih tetap (DPT) sudah ditetapkan, namun tidak melakukan pengawalan saat proses memasukkan data.
"Kami terbuka saja, kawal saja, mau di 267 kelurahan, dipelototi juga nggak apa-apa saya bilang ke teman-teman. Yang penting jangan dia teriak di akhir, bahwa ada penggelembungan, ada kecurangan, dibuka saja kalau data kami ada yang bermasalah dikritisi saja," ujarnya.