Logo Kursi Panas DKI 1

Djarot Mampir Beli Petai Sambil Kampanye di Pasar

Sisilia Claudea Novitasari
Rabu, 15/03/2017 15:53 WIB
Djarot Mampir Beli Petai Sambil Kampanye di Pasar Calon Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) berdialog dengan pedagang di Pasar Kedip, Jakarta, Rabu (15/3). (ANTARA FOTO/ Atika Fauziyyah)

Jakarta, CNN Indonesia -- Berbelanja sayur mayur menjadi kegiatan wajib bagi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat blusukan ke pasar tradisional. Seperti kali ini, Djarot menyempatkan membeli berbagai jenis sayuran, termasuk petai, di Pasar Kedip, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/3).

Tak hanya menyapa warga dan menanyakan permasalahan pedagang, di pasar itu Djarot juga membeli daun singkong, daun kenikir, jagung, wortel, kacang panjang, jeruk nipis, dan ketela.

"Ini kesenangannya istriku, dia pasti seneng pulang aku bawain ini. Aku juga senang, soalnya ini bisa untuk sambal, bisa juga untuk sayur," ucap Djarot sambil tersenyum saat ingin membeli petai.

Djarot hanya tertawa ketika ditanya perihal aktivitasnya yang selalu belanja ketika blusukan di pasar. Ia mengaku justru istrinya yang sangat senang.

"Jadi kalau saya blusukan ke pasar yang seneng ini istriku, senang dia enggak perlu belanja," canda Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu menuturkan, alasan dirinya gemar berbelanja di pasar tradisional adalah karena akan menumbuhkan ekonomi rakyat.
Dengan berbelanja di dagangan milik rakyat, berarti turut mendidik warga untuk hidup mandiri. Sebab hal itu juga memberi kesempatan warga untuk membuka usaha dan mendapatkan penghasilan.

Djarot juga menggunakan kesempatan ketika berbelanja untuk bertanya ke pedagang mengenai pungutan liar. Ia mengapresiasi kerja RT dan RW setempat yang tidak meminta pungutan kepada pedagang di pasar.

"Tadi saya sudah cek ke pedagang-pedagang, enggak ada serupiah pun dikasih ke RT atau RW," kata Djarot.

Pasar Kedip bukan milik Pemerintah Provinsi DKI karena dibentuk dari hasil swadaya masyarakat di RW 12 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama. Karena itu, pedagang tidak dipungut biaya apapun, hanya membayar sewa tanah dan iuran sampah saja. (Rosmiyati Dewi Kandi/Rosmiyati Dewi Kandi)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar