Bendahara tim pemenangan Ahok-Djarot, Charles Honoris, berkata hingga saat ini sudah ada sekitar Rp5 miliar dana sumbangan kampanye yang diterima timnya dari masyarakat. Sumbangan itu didapat sejak rekening dana kampanye kembali dibuka pekan lalu.
"Kami buka tidak di sini, kami buka melalui setoran langsung ke bank atau bisa transfer internet dan sebagainya. Tidak akan ada lagi gala dinner seperti putaran pertama," kata Charles di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (15/3).
Sumbangan dibutuhkan Ahok-Djarot untuk berkampanye selama masa sosialisasi. Rentang waktu kampanye Pilkada DKI putaran kedua dimulai sejak 7 Maret hingga 15 April.
Untuk meraih sumbangan di putaran pertama, tim pemenangan Ahok-Djarot sempat menggelar acara gala diner yang mewajibkan peserta untuk membayar. Biaya gala diner ditentukan jarak kursi yang akan ditempati tamu dengan tempat duduk Ahok.
"Sekitar Rp5 miliar dalam satu minggu ini kami dapat dari transfer antar bank," tuturnya.
Kedua pasangan cagub dan cawagub DKI, bersama relawan dan tim kampanye, boleh menggelar kampanye pertemuan terbatas hingga 44 kali selama masa kampanye. Batasan dana untuk kegiatan itu adalah Rp13,2 miliar bagi setiap pasangan calon.
Kemudian, untuk kampanye dialog atau blusukan tiap pasangan calon dibatasi pengeluarannya hingga Rp10 miliar. Kegiatan itu bisa dilakukan hingga 4 ribu kali.